
Lama banget ya sudah nggak update. Tapi jangan salah sangka, kita nggak update bukan karena kita sudah melalui lomba. Kita janji akan selalu update. Namun, karena hari ini hari pertama kita update lagi(karena kita kelas 9), kita masih belum punya artikel yang selayaknya diluncurkan. So, maaf ya...
Hai... Hai...
Flexi, Let’s Go to the Bed

Kediri, 02 Agustus 2010
Di balik kemeriahan acara School Contest yang diselenggarakan berturut – turut selama empat hari di Gedung IKCC ternyata menyimpan banyak kisah yang menarik. Mulai dari yang dialami para peserta maupun pengunjung, baik anak kecil maupun dewasa.
Adapun salah satunya adalah seorang anak kecil yang tidur dengan memegang Hand Phone Flexi di tangan kanannya dan kartu Flexi di tangan kirinya, dengan posisi tidur yang sangat unik. Banyak orang mengerumuninya bahkan tidak sedikit yang mengambil fotonya. Banyak orang terhibur ketika melihat anak itu, hal itu terlihat saat mereka tertawa lepas. Seakan-akan rasa lelah mereka hilang begitu saja.
Anak itu mengembalikan tawa peserta lomba yang sempat padam oleh berbagai aktifitas yang sangat menguras banyak tenaga. Saat itu tawa serasa pecah memenuhi lobi gedung IKCC di mana telah tidur anak kecil dengan gaya tidur yang unik. Padahal cahaya-cahaya kamera bergantian untuk memotret tubuh kecilnya, tetapi hal itu tidak membangunkan anak tersebut. Sehingga mereka tetap melakukan aksinya dalam mengabadikan momen-momen pengembali ceria.(dap)
Larissa Putri Lingkungan 2010
Kediri, 01 Agustus 2010
Akhirnya terpilih juga, Larissa Putri Lingkungan 2010, kemarin 31 Juli 2010. Acara tersebut sangat mriah dan mampu mmbuat deg-deg an para finalis Larissa Putri Lingkungan 2010 serta pengunjung Gedung IKCC(Insumo Kediri Convention Center).Dewan juri pun kewalahan untuk memutuskan, siapa yang berhak menjadi Larissa Putri Lingkungan 2010, karena memang persaingan dari finalis Larissa Putri Lingkungan sangat ketat.
Setiap finalis Larissa Putri Lingkungan 2010 unjuk bakat, terutama Khoirunnisa dari SMAN 2 Kediri yang membawakan puisi bahasa jawa. Selain itu para finalis juga berpakaian khas batik dari Koleksi Batik Suminar dengan berlenggak-lenggok. Masing-masing juga diberi waktu maksimal dua menit untuk mempresentasikan baju buatan mereka yang terbuat dari barang-barang bekas atau sampah limbah rumah tangga.Tidak kalah menarik, visi misi yang mereka bawakan yaitu menjadikan lingkungan yang bersih dan hijau. Uji kemampuan oleh pertanyaan dari dewan juri pun, mereka menjawabnya dengan lancar.
Karena syarat menjadi Larissa Putri Lingkungan 4B atau Brain, Beauty, Behaviour dan Brave. Seorang siswi dari SMAN 7 Kediri yang bernama Denna Sabella Abatha mampu memperoleh gelar Putri Lingkungan 2010. Sedangkan gelar Runner Up Idiraih oleh Adlia Fadia dari SMAN 2 Pare dan Distyan Andhika meraih Runner Up II dari SMAN 1 Kediri. Mereka merasa bangga, karena mereka dapat membuktikan kepada keluarga dan sekolah mereka bahwa mereka bisa.(dap)
Emosi Dalam Kaos
Kediri, 30 Juli 2010
Banyak sekolah berlomba-lomba untuk ikut berpartisipasi menyalurkan kreatifitas, ide-ide cemerlang, dan karya yang bernilai orisinil. Hari ini, Kamis 29 Juli 2010 pukul 11.05 merupakan ajang pemilihan bakat poles-mempoles. Karya-karyanya sungguh menawan, ada yang berjudulkan Save Our Earth, I’m Going to Change The World, Belajar Terus Masa Depan pun Terurus, dan masih banyak lagi. Mereka sangat antusias mengikuti lomba tersebut seakan-akan mereka yakin akan menjunjung nama sekolah melalui lomba tersebut. Lomba ini berlangsung sangat menegangkan di dalam gedung IKCC.
Dalam membeli bahan – bahan untuk memoles, para peserta membelinya secara swadaya. Namun, mereka mendapat kaos sebagai media untuk melukis dari panitia. Mulai dari cat minyak, kuas, alas kanvas, dan alat – alat yang lain mereka membawa masing – masing dari rumah. Mereka mencurahkan emosi mereka dalam sebuah kaos, baik itu kemarahan yang membara, semangat yang menggebu-nggebu, maupun suka cita yang berlipat ganda.
Terlihat para peserta lomba berhamburan meninggalkan karyanya pada pukul 13.15 WIB. Setelah selesai, karya – karya mereka dikeringkan di halaman Gedung IKCC. Sambil dikeringkan, pengunjung pun segera mengelilingi karya yang mereka idam-idamkan saat lomba berlangsung. Meskipun waktu pengerjaannya maksimal dua jam, tampak satu dua karya yang belum dilesaikan.
Selang 15 menit, juri pun beraksi untuk memilah kaya-karya yang terbaik. Hanya dalam waktu 15 menit juri tersebut dapat menyeleksi 62 karya dari 48 sekolah se-Eks Kaisidenan Kediri. Itu berarti persaingannya sangat lah ketat karena 62 karya hanya diambil tiga karya terbaik. Sehingga tak salah jika mereka “Do The Best” untuk sekolahnya.(dap)




